Pages

Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts

Ngoprek Konsep Routing Protocol BGP

Halo para pencari kebenaran.. pencari jodoh...

Ini kayak versi teorinya, yg pengen konfig-konfig monggo kesini

Konfigurasi i-BGP peering di Mikrotik
Konfigurasi e-BGP peering di Mikrotik
Konfigurasi BGP peering Multihop di Mikrotik

Note dulu ya, meskipun ini versi teori cuman ini kayak versi rangkuman menurut ane pribadi ya.. supaya ngga ada dusta diantara kita, jadi ane kasih tau duluan.. supaya juga ga terlalu ngarep penjelasan seperti yang agan pengen.

Ngoprek Konfigurasi BGP Router Reflector di Mikrotik

Ayo, lanjut ngoprek lagi...
Lab ini akan melakukan konfigurasi BGP Route Reflector dengan menggunakan tool GNS3. Jadi kita bikin simulasi BGP Route Reflector di Mikrotik dengan topologi seperti berikut :



Tahapan konfigurasi :
  • Set identity di masing-masing router
  • Konfigurasi IP Address di setiap router
  • Set BGP Instance di setiap router. Ada 2 ASN berbeda yaitu, R2-R3-R4 AS 234 dan R1 AS 100.
  • Add BGP Peer. Disini konfigurasi peering BGP Mikrotik nya R2 dan R3 peering eBGP ke R1 dan peering iBGP ke R4. Di iBGP semua router harus established peering satu sama lain (mesh), supaya saling melengkapi tabel routing BGP. Tapi, bisa diakalin pake Route Reflector (RR), gunanya kalo udah banyak router yang iBGP, maka harus peering satu-satu ke semua router di AS yang sama. Kalo pake RR, salah satu dari router di iBGP ibaratnya dijadiin patokan. Bisa satu router dijadiin RR, atau bisa 2, tergantung kebutuhan.

Lanjut ke konfigurasi, pertama yang di konfig R1. Tapi bebas sih mau yang mana duluan.

Set identity router Mikrotik R1
[admin@MikroTik] > sys id set name=R-1
[admin@R-1] >
Konfigurasi IP Address di router Mikrotik R1
[admin@R-1] > /ip address
add address=10.10.10.1/24 interface=ether2 network=10.10.10.0
add address=20.20.20.1/24 interface=ether3 network=20.20.20.0 
Set BGP instance di router Mikrotik R1
[admin@R-1] > /routing bgp instance set default as=100 
Konfigurasi eBGP peering di Mikrotik R1
[admin@R-1] >  /routing bgp peer
add name=peer-to-R2 remote-address=10.10.10.2 remote-as=234
add name=peer-to-R2 remote-address=20.20.20.2 remote-as=234

Ngoprek Konfigurasi BGP Peering Multihop di Mikrotik

Masih kuat ngelab... lanjut..
Lab ini akan melakukan konfigurasi BGP Peering Multihop dengan menggunakan tool GNS3. Jadi kita bikin simulasi BGP Peering Multihop dengan topologi berikut :



Tahapan Konfigurasi :
  • Set Identity di setiap router
  • Add IP Address di setiap router
  • Set BGP Instance di setiap router
  • Add eBGP Peer dari R1-R2, tapi R3 langsung eBGP peering ke R1. Ini bisa, karena BGP ga harus peering pake physical connected. Case ini antara R1 ama R3 mesti punya tabel routing supaya bisa saling ngeping dulu. Boleh pake routingan IGP atau Static..

Ngoprek Konfigurasi eBGP Peering di Mikrotik

Halooo, masih semangat buat ngoprek..
Lab ini akan melakukan konfigurasi eBGP peering dengan menggunakan tool GNS3. Jadi kita bikin simulasi eBGP Peering dengan topologi berikut :


Tahapan Konfigurasi :
  • Set Identity Router
  • Add IP Address
  • Set BGP Instance
  • Add BGP Peer

Ngoprek Konfigurasi iBGP Peering di Mikrotik

Hayoo kita ngelab lagi...
Lab ini akan melakukan konfigurasi iBGP peering dengan menggunakan tool GNS3. Jadi kita bikin simulasi iBGP Peering dengan topologi berikut :



Tahapan Konfigurasi :
  • Set Identity Router
  • Add IP Address
  • Set BGP Instance
  • Add BGP Peer

Virtualisasi Router Mikrotik dengan KVM

Selamat datang pelancong blogger :)

Postingan artikel ini didapat karena ada tugas lagi untuk membuat Mikrotik di dalam Mikrotik.. Aneh ya? Ya seperti itulah.. Tanyakan saja pada si pembuat persoalan :D

Tapi setelah dicari-cari dan sudah mencoba tugas ini didapat pemahaman dan pelajaran baru tentang Mikrotik dan Virtualisasi. Tidak lupa untuk sharing di blog ini agar tidak lupa hasil oprekan yang didapat dan bila ada yang mencari tutorial membuat Mikrotik dengan KVM bisa semoga artikel ini bisa membantu.. :)

KVM adalah sebagai salah satu alat hypervisor di dalam virtualisasi. Banyak hypervisor lainnya, seperti VM Ware vSphere, HyperV yang sebagai bawaannya di Windows, Virtualbox produknya Oracle (ora kelar-kelar :p), VirtualPC, Qemu, Parallel nah yang ini cuma bisa di MacOS, dll..
Hypervisor adalah si penghubung dan pembuat Operating System (OS) virtual yang akan diinstall di dalam OS. Jadi hasilnya ada OS didalam OS.. Tapi OS utama itu bisa disentuh atau memang barangnya nyata.. Sedangkan yang OS virtualisasi barang nya tidak nyata, tetapi bisa dipergunakan layaknya OS biasa.

Untuk membuat virtualisasi Mikrotik di dalam Mikrotik, untuk versi 5.x sampai 6.0.x bisa menggunakan MetaROUTER sedangkan versi yang terbaru versi 6.1.5 ke atas bisa menggunakan KVM. Sama saja sebetulnya mau menggunakan MetaROUTER atau KVM, karena tampilanya tidak jauh berbeda.

Pada bahasan kali ini, menggunakan KVM untuk virtualisasinya..
Oiya, sebelumnya mau mengingatkan kalau Mikrotik didalam Virtualbox (atau hypervisor lainnya) lalu dibuat virtualisasi lagi, dengan cara tersebut tidak bisa. Karena CPU tidak support dengan mode seperti itu.

Buka Mikrotiknya terserah mau menggunakan Winbox atau Putty, karena ane kasih konfigurasi mode text dan tampilannya.. :)

Menghitung Burst Threshold untuk Simple Queue

Lama waktu ideal untuk mengakses sebuah situs harusnya tidaklah lebih dari 10 hitungan jari atau 10 detik. Hal ini diperlukan untuk memberikan kenyamanan bagi user dalam melakukan aktivitas browsing. Maka tak ada salahnya kita memberikan aliran Bandwidth yang cukup besar pada 10 detik pertama, dan selanjutnya kita batasi untuk memberikan download file yang biasanya lebih dari 10 detik. Burst pada simple Queue bertujuan untuk mengijinkan aliran data tertinggi untuk beberapa periode waktu. Fasilitas ini berguna untuk membatasi pemakaian bandwidth secara berlebihan dan terus menerus bagi user-user yang rakus akan bandwidth. Hanya pada beberapa periode waktu tertentu sajalah user mendapatkan jatah b/w yang cukup besar. Pada fitur Burst terdapat beberapa variabel yang harus ditentukan nilainya, antara lain Burst Limit, Burst Threshold dan Burst Time. Yang perlu diperhatikan adalah, jika rata-rata aliran data lebih rendah dari Burst Threshold, Burst akan secara aktual mengikuti Burst Limit, dimana setiap detik router akan menghitung rata-rata data yang dicapai melalui burst time yang terakhir.


Penulis menggunakan rumus tersendiri yang di buat di excel Dimana :
 N = Interval time
 X = Burst Limit
 Y = Burst Threshold
 Z = Burst Time
 M = Max Limit
 Rumus : Y = (X*N) / Z M = 4/3 * Y
Contoh : X = 1024 kbps N = 10 detik Z = 40 s Y = (1024*10) / 40 = 256 kbps
Maka di dapat Burst Threshold = 256 kbps M = 4/3 * 256 = 342 kbps
Maka di dapat Max Limit = 342kbps
Jika di set maka hasil yang di dapat :




Dari grafik di atas di liat waktu buka website bandwidth langsung naik dari 256 kbps ke 1024 kbps trus makin lama makin turun ke max limit 342 kbps. Teknis ini dapat menghemat bandwidth agar tidak banyak user mengambil bandwidth untuk download. Untuk limit at dapat di hitung dengan cara misalkan ada 6 komputer. Bandwidth yang kita punya max 1 Mbps (1024 kbps) maka bagi 6 (1024/6) = 170 kbps kita set limit at tidak boleh lebih dari 170 kbps atau kasih rata-rata = 128 kbps. Sehingga user minimal dapat bandwidth 128 kbps. Untuk mendownload rumusnya via excel silakan download disini KLIK


Sumber
Forum Mikrotik Indonesia
Credits by
Indrasakti
 

Most Reading