Halo para pencari kebenaran.. pencari jodoh...
Ini kayak versi teorinya, yg pengen konfig-konfig monggo kesini
Konfigurasi i-BGP peering di Mikrotik
Konfigurasi e-BGP peering di Mikrotik
Konfigurasi BGP peering Multihop di Mikrotik
Note dulu ya, meskipun ini versi teori cuman ini kayak versi rangkuman menurut ane pribadi ya.. supaya ngga ada dusta diantara kita, jadi ane kasih tau duluan.. supaya juga ga terlalu ngarep penjelasan seperti yang agan pengen.
Showing posts with label Cisco. Show all posts
Showing posts with label Cisco. Show all posts
Mengenal Access List di Cisco IOS
Selamat datang para pemburu artikel :)
Di artikel berikut ini ane mau sharing materi yang udah dipelajarin dan didapat dari praktek lab dan coba-coba. Kali ini bahasannya tentang Access List di Cisco IOS, apa ya Access List itu dan bagaimana penerapannya?
Prakteknya menggunakan aplikasi simulasi Cisco Packet Tracer 6.1.1.0001.
Sebelum masuk ke praktek konfigurasi Access List (selanjutnya ACL) di Cisco, pengenalan dulu ya. ACL merupakan konfigurasi di dalam IOS Cisco yang digunakan untuk mengatur hak akses pengguna di jaringan kita.
Contohnya seperti pak polisi yang mengatur lalu lintas. Mengatur lalu lintas dengan cara mengamati kendaraan yang ada dan menyetop kendaraan bila ada yang melanggar larangan tidak pakai helm bagi pengendara motor yang sudah ditetapkan sebelumnya, dan memilah-milah kendaraan yang boleh masuk ke tol dan yang tidak. Bila ada yang melanggar, pengendara akan distop dan ditindak dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pembuat larangan. Tapi sih, tetap saja masih ada beberapa oknum yang bermain untuk menerima suap.
Demikian dengan ACL... Seperti pak polisi di atas yang mengatur lalu lintas kendaraan, Access List juga mengatur lalu lintas.. tapi lalu lintas di jaringan. ACL diterapkan untuk mengamankan, membatasi, dan mengatur kendaraan-kendaraan yang melintas di jaringan kita.
Tetapi, bedanya bila memang kendaraan yang melintas memiliki identitas yang memang tidak diperbolehkan melintas, akan tetap ditolak. Tidak akan ada yang namanya disuap :)
Oke sudah nyambung ya.. sipp lanjut..
Mengenal Security di Cisco IOS
Masak aeerrr biar mateng... Masak aeerr
biar matenggg...
Oi agan jgn sok ganteng,, kayak kaen ketinggalan di genteng.. hehe *krikkrikrik*
Sedikit intro dari sekian lama tidak
memposting di blog ini karena kesibukan ane di dunia real..
Kali ini ane mau ngebahas topik Cisco
gan, siapp buat baca-baca ya..
Topik Cisco ini ane juga lagi belajar
tentang keamanan yang disediakan oleh si produsen alat jaringan
terbesar saat ini.. Bahasan tidak terlalu jauh tentang keamanannya,
hanya lingkup dari sebagian kecil security di Cisco IOS.
Langsung aja ya cekibrooott..
Konfigurasi VLAN dengan Access Mode
Holaa sahabat..
Di postingan kali ini ane mau sharing lagi tentang konfigurasi Cisco. Artikel sebelumnya sudah ane share tentang Static Routing Cisco Router, nah sekarang topiknya adalah bagaimana membuat VLAN dengan mode Access di switch Cisco? Maaf sebelumnya, ane tidak membahas teori & konsep tentang VLAN secara mendetail ya gan.. Tapi, jika agan ingin mempelajari konsep materi tentang VLAN agan bisa membuka link ini.
Lanjuuuttt,, cekibroott aja ya gan.. hehe
Seperti biasa, supaya lebih afdol dan ngerti konsepnya bagaimana.. Ane mulai dengan skenario, yaitu sebagai berikut :
Konfigurasi Routing Statik di Cisco
Oii oii Oii...!!! *intonasi WOTA kalo lg idol nya perform* 
Kali ini ane mau share nih tutorial gimana cara konfigurasi routing statik pada router Cisco. Sebelumnya apa itu routing statik, nih ane jelasin secara umum aja yak..
Routing itu utk menentukan jalur/ path yang akan menjadi jalan bagi data untuk sampai ke lain network. Sedang kan Static itu kan artinya tetap/ manual. Sehingga kalau digabungin Static Routing adalah menentukan jalur/ path yang akan dipakai router untuk mencapai lain network dengan menentukan sendiri jalur nya. Paham?? Ora.. Ane jg ngga ngerti bahasa nya gimana.. hahaha
Tapi kalo emang agan berminat untuk mendalami materi Routing, agan bisa mengambil sertifikasi Cisco (CCNA, CCNP) kalau Mikrotik (MTCNA, MTCRE) memang dengan biaya yang relatif besar.
Dan misalnya agan mau mendalami tanpa mengeluarkan kocek kantong tidak terlalu dalam (relatif yaa), agan bisa ambil materi yang ane udah buat nih.. Coba agan ke TKP dulu gih hehe.. Kesini linknya..
Okede, karena postingan ini khusus untuk konfigurasi Routing Statik di router Cisco, ane langsung aja yak..
Sebelumnya, skenario yang akan dihadapi seperti ini :

Kali ini ane mau share nih tutorial gimana cara konfigurasi routing statik pada router Cisco. Sebelumnya apa itu routing statik, nih ane jelasin secara umum aja yak..
Routing itu utk menentukan jalur/ path yang akan menjadi jalan bagi data untuk sampai ke lain network. Sedang kan Static itu kan artinya tetap/ manual. Sehingga kalau digabungin Static Routing adalah menentukan jalur/ path yang akan dipakai router untuk mencapai lain network dengan menentukan sendiri jalur nya. Paham?? Ora.. Ane jg ngga ngerti bahasa nya gimana.. hahaha
Dan misalnya agan mau mendalami tanpa mengeluarkan kocek kantong tidak terlalu dalam (relatif yaa), agan bisa ambil materi yang ane udah buat nih.. Coba agan ke TKP dulu gih hehe.. Kesini linknya..
Okede, karena postingan ini khusus untuk konfigurasi Routing Statik di router Cisco, ane langsung aja yak..
Sebelumnya, skenario yang akan dihadapi seperti ini :
PT. XYZ adalah perusahaan dengan skala besar-menengah. Mempunyai gedung untuk Head Office, serta 1 Branch Office. Jumlah karyawan yang menggunakan komputer pun mencapai lebih dari 200 users. Branch Office harus terhubung dengan HO karena ada server system internal disana. Setiap gedung sudah memiliki router Cisco. IP address lokal yang dipakai untuk gedung Head Office adalah 192.168.1.0/24 serta untuk Branch adalah 192.168.2.0/24, dan untuk koneksi antar Router mengugnakan IP 200.200.12.0/30. IT Manager dituntut untuk menyelesaikan proyek tersebut.Okede, setelah membaca skenario di atas, bisa disimpulkan topologi akan seperti ini :
Konfigurasi sebagai berikut :
Mendifinisikan IP Address di setiap interface router
Router-HO>enable
Router-HO#configure terminal
Router-HO(config)#interface fastEthernet 0/0
Router-HO(config-if)#ip address 200.200.12.1 255.255.255.252
Router-HO(config-if)#no shutdown
Router-HO(config-if)#exit
Router-HO(config)#
Router-HO(config)#interface fastEthernet 0/1
Router-HO(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router-HO(config-if)#no shutdown
Router-HO(config-if)#exit
Router-HO(config)#
Setelah selesai konfigurasi mendifinisikan IP Address di masing-masing interface router HO, lanjut ke router Branch.
Router-Branch1>enable
Router-Branch1#configure terminal
Router-Branch1(config)#interface fastEthernet 0/0
Router-Branch1(config-if)#ip address 200.200.12.2 255.255.255.252
Router-Branch1(config-if)#no shutdown
Router-Branch1(config-if)#exit
Router-Branch1(config)#
Router-Branch1(config)#interface fastEthernet 0/1
Router-Branch1(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router-Branch1(config-if)#no shutdown
Router-Branch1(config-if)#exit
Router-Branch1(config)#
Setelah selesai konfigurasi semua router untuk set IP Address ke masing-masing interface, setelah itu kita tentukan routing ke setiap router.
Router-HO(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 200.200.12.2
Router-Branch1(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 200.200.12.1
Selesai untuk konfigurasi penentuan routing statik nya. Untuk pengujian dapat dilakukan perintah ping dari masing-masing router ke komputer client.
Router-Branch1#ping 192.168.1.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 192.168.1.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 0/0/1 ms
Untuk cek bagaimana tabel routing di masing-masing router terbentuk, kita bisa gunakan perintah :
Router-HO#show ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
C 192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
S 192.168.2.0/24 [1/0] via 200.200.12.2
200.200.12.0/30 is subnetted, 1 subnets
C 200.200.12.0 is directly connected, FastEthernet0/0
Router-Branch1#show ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
S 192.168.1.0/24 [1/0] via 200.200.12.1
C 192.168.2.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
200.200.12.0/30 is subnetted, 1 subnets
C 200.200.12.0 is directly connected, FastEthernet0/0
Demikian tutorial kali ini, terima kasih bagi agan yang sudah bersedia mengunjungi blog ini. Ane akuin banyak cacad nya nih posting hehe.. Maklum ya gan, sama-sama newbie lagi belajar.. Kalau ada komentar, tulis dibawah postingan ini ya gan.. Ditunggu lhooo komentarnya.. hehe
Subscribe to:
Posts (Atom)



